Komunikasi dan Chemistry

Komunikasi dan Chemistry

Momen KKN menjadi titik dimana aku bisa belajar banyak hal diluar materi kuliah. Tentu saja, salah satu momen paling ditunggu-tunggu adalah bermain dengan anak-anak kecil disana.

Baru hitungan hari setelah penerjunan, posko sudah dipenuhi dengan gelak tawa dan ramainya suara anak-anak. Hari demi hari berlalu, rasa-rasanya ada sesuatu yang mengganjal.

“Kog iso ya bocah-bocah nek pas karo konco KKN liane begitu akrab, padahal kenal wae ya lagian, la kog nek karo aku hawane bedo, ojo kog guyon, ngobrol wae kayane gak nyaman, pengen mlayu wae bocahe”

“Nek oleh nebak fikiranmu tho Ron, mesti awakmu lagi mikir ngene,
‘Kwi ngopo sih obrolan g penting banget, masalah kuncir rambut wae ditekoke, masalah gambar kaos wae ndadak dibahas, g esensial banget ngerti ra’
Kaya ngono kan sg muk fikirke?”

“Loh kog tebakanmu iso pas banget”

“Aku faham Ron awakmu cah lanang, jurusan eksak misan, tapi kanggo masalah iki, kuncine siji, jangan hanya mengandalkan logikamu, mulailah berlatih mengasah perasaanmu”

“Haish . . . . Ndadak gowo-gowo gender, jurusan, karo perasaan barang kwi lo”

“Lo kan tenan, ws tekon, dijawab, mekso gak ngandel,
ooo. . . aku ngerti . . .
pantesan tho awakmu ditinggal karo sg kae, terlalu mendewakan logikamu sih haha”

“Iki nek ora dasare aku serius pengen ngerti ws tak tinggal tenan og, wong tekon bukane diwenei solusi malah dibully”

“Haha santai . . Kalem . . .
Ngene-ngene tak omongi, pernah krungu ungkapan
‘Merpati akan berkumpul dengan sesamanya kan?’
Yowes kuwi jawabane. Nek awakmu pengen cedak dengan anak-anak ya awakmu harus masuk dunia anak-anak. Nk awakmu tetep di frekuensi orang dewasa ya g bakal ketemu. Koyo sg ntes tak omongke juga, sementara letakkan dulu egomu, anak-anak ki sebelas dua belas dengan perempuan, alat paling pas untuk menghadapi keduanya yaitu dengan hati, nganggo perasaan”

“Nek menurute orang dewasa, pertanyaan
‘loh rambutnya bagus sekali, yang nguncir siapa?’
Kwi banget g pentinge, tapi bagi anak-anak, perhatian-perhatian kecil kwi bisa mengambil hati mereka lo, nk ws mulai cedak coba gali apa-apa yang mereka suka, nk ws ngerti ngobrol wae ttg hal kwi, ws tak jamin masalah komunikasi terselesaikan, misal butuh pembuktian sesuk langsung wae praktike”

“Ih cantiknya, pakai baju yang ada gambarnya elsa persis cantiknya sama dengan yang pakai, yang beliin bajunya siapa ? Kamu suka film frozen ?”

“Loh gigi kamu kemana, coba mringis
Kak Ronni lihat hiiii kog pada hilang, ini pasti sering makan permen ya, sampai giginya dicolong semut malam-malam makanya giginya hilang”

Keesokan harinya, tanpa babibu saat anak-anak mulai berdatangan di posko, langsung diaplikasikan hasil kursus singkatku tadi malam. Dan Boom tak sia-sia aku merelakan diriku tadi malam dibully, rugi sekali rasanya tidak tahu ilmunya dari awal. Mulai dari hari itulah, lidahku semakin luwes berenang menyelami dunia anak-anak. Jebule gak ribet ya hahaha

Foto Bersama Adik-adik KKN

Hal yang awalnya sepele tapi menjadi modal sangat berharga dan kurasakan manfaatnya setelah lulus. Sekalipun jurusanku Kimia, tp saat aku dimintai tolong ngelesi putra beberapa guruku yang masih duduk di bangku SD, tanpa pikir panjang langsung kusanggupi. Selain untuk mengumpulkan cuan, hitung-hitung kuanggap sebagai memperdalam ilmu komunikasi dengan anak-anak.

Benar saja, baru saja mulai beberapa pertemuan tapi rasanya jam Les bagi mereka tidak lagi menjadi momok untuk dihindari. Pertemuan demi pertemuan berlalu. Buah dari komunikasi yang intens aku mulai tahu apa yang mereka rasakan/mau tanpa perlu mereka ucapkan, misal saja mereka sedang tidak mood untuk membahas pelajaran aku harus mencari topik lain untuk menarik mood mereka dulu. Buah dari komunikasi yang intens pulalah, saat badanku tiba-tiba drop dan lupa mengabari bahwa les libur dulu, mereka seperti tau dan tiba-tiba chat

“Mas Ronni kog ndak ke rumah? Mas Ronni sakit?”

Wah kog iso ngerti ya padahal aku g nganti omong ik. Apa ini yang namanya Chemistry (Pertautan Hati)

Fikiranku tiba-tiba melompat ke pasangan ganda campuran Praven Melati. Masih ingatkan penampilan honey couple di ajang Hylo German Open 2021 bulan lalu. Pemandangan yang sangat aneh, keduanya bertanding di lapangan tapi, jangankan kog ngobrol, selesai memenangkan pertandingan tos saja tidak. Anehnya lagi kog bisa ya mereka menembus final sedangkan kondisi komunikasi mereka saja seperti demikian.

Jawabannya sederhana sih, karena sudah terbangun chemistry di antara keduanya…
Eits tapi Chemistry itu perlu dipupuk lo ya, pupuknya pakai apa?, ya pakai komunikasi, jika terus-terusan tanpa komunikasi apa akibatnya ? Ya lama kelamaan akan layu, bisa dilihat hasil pramel di gelaran Indonesia Badminton Festival, kurang sesuai target pelatih, chemistry,nya agak layu karena komunikasinya terganggu. Semangat Bangkit Pramel.

Kusingkat saja simpulannya.

Komunikasi adalah jalan terbaik untuk menumbuhkan Chemistry. Tanpa ada Komunikasi jangan harap muncul yang namanya Chemistry

Blora, 24 Desember 2021
Khoironni D.M.
Mahasiswa Chemistry yang gagal mendapatkan Mahasiswi Komunikasi

Eh salah ding,
revisi. . .
dudu gagal sing bener ki HAMPIR BERHASIL
Hahaha

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *